Review Cover Lagu Malaysia “Selamat Ulang Tahun Cinta” by Deeshintadewi

Sabtu Bersama Shinta,

Okay, selamat bertemu kembali dengan Sabtu Bersama Shinta. Malam ini saya mau kasih referensi sebuah lagu yang mungkin bisa kalian gunakan atau kalian persembahkan untuk someone special dihari ulang tahunnya. Judulnya “Selamat Ulang Tahun Cinta”, lagu ini dipopulerkan oleh artis asal Malaysia namanya Tasha Manshahar.

Buat kalian yang penasaran yuk langsung dengerin aja coveran lagu “Selamat Ulang Tahun Cinta By Deeshintadewi di Soundcloud atau bisa lihat videonya juga di Youtube.

Lagu Malaysia By Tasha Manshahar
Vocal By @deeshintadewi

Lirik
Ingin saja ku berikan
Segala yang kau impikan
Mimpi yang sering kau katakan
Namun ku punya batasan

Kau teristimewa
Kaulah penyeri dunia
Dan kaulah segalanya bagiku

Ku tak punya wang berjuta
Apatah lagi istana
Untuk jadikan hadiah
Agar kau rasa berharga

Ini saja yang ku mampu
Sebuah lagu khas untukmu
Ku harap engkau kan suka
Selamat ulang tahun cinta

Tak tergambar dengan kata
Rasa tentang dalam jiwa
Satu purnama ku tak lena
Fikir lirik paling indah

Kau teristimewa
Kaulah penyeri dunia
Engkaulah segalanya bagiku

Ku tak punya wang berjuta
Apatah lagi istana
Untuk jadikan hadiah
Agar kau rasa berharga

Ini saja yang ku mampu
Sebuah lagu khas untukmu
Ku harap engkau kan suka
Selamat ulang tahun cinta

Muga kau selalu tertawa
Ceria disamping keluarga
Bahagia yang engkau rasa
Kekal sampai bila-bila

Ini saja yang ku mampu
Sebuah lagu khas untukmu
Ku harap engkau kan suka
Selamat ulang tahun cinta

Selamat ulang tahun cinta

 

As Ever,
Deeshintadewi

Keliling Kota Solo dan Nostalgia di Asrama

Sabtu Bersama Shinta,

Ijinkan saya untuk melanjutkan cerita “Ketika Pekerja Kantoran Ketemu Long Weekend”

Yap, tiba-tiba Bapak sudah bercakap-cakap dengan sang pemilik rumah. Entah apa yang ada dipikiran Si Pemilik rumah itu menanggapi “ke-naif-an” kami yang dengan selo nya jalan-jalan muter asrama yang sudah berpuluh-puluh tahun kami tinggalkan, dan tentunya sudah berpindah tangan. Tapi, nampaknya Si Pemilik Rumah itu menyambut dengan baik, meski hanya ngobrol di depan rumah sebentar, mereka nampak sangat ramah.

Kami nggak berlama-lama menghabiskan waktu di depan rumah masa kecilku itu. Perjalanan kami lanjutkan menuju sebuah masjid yang berada di dalam asrama dan bersebalahan dengan TK Kartika yang juga sekolah TK nya kakak. Yap, kami sempatkan untuk berjamaah dhuhur bersama dengan warga asrama, kebanyakan sih ABG2 remaja masjid gitu (baca: anak-nya anggota). Nah, tinggal dilingkungan militer ternyata emang sangat mempengaruhi gaya hidup. Kebayankan remaja yang saya temui di asrama ini style nya militer banget, meski masih ABG, rambutnya potongan ala tentara banget. Bisa ditebak, pasti ntar para anak2 disini diarahin buat daftar tentara juga, biar bisa ngelanjutin bokapnya. hahaha :p

OK, usai sholat Dzuhur, kita meninggalkan asrama dan mulai jalan-jalan keliling kota Solo. Rencana mampir ke rumah temen Bapak pun batal, dan kami benar-benar hanya menghabiskan waktu untuk liburan didalam mobil. Menurutku ini adalah cara untuk quality time bersama keluarga paling baik, karena kalau nggak dalam perjalanan, kapan lagi kita bisa berlama-lama duduk dan ngobrolin apa aja bertiga. Bapak selalu cerita pengalaman masa muda nya dulu, kadang menyisipkan sebuah joke yang bikin kita ketawa sama-sama. Beda dengan Ibuk, Ibu suka ceritain masa kecilku dulu, suka cerita masa kecilnya ibuk juga sambil ngasih contoh-contoh kasus yang bisa buat diambil hikmah dan pelajarannya, (Oh betapa beruntungnya saya, lengkap punya Bapak dan Ibu seperti mereka). Dan tentunya saya, sang pendengar yang menyebalkan, hanya mendengarkan, tanpa kalimat tanya atau komentar. Tak pernah berbalas cerita tentang diri saya, meski dengan Bapak dan Ibu. Haha, saya memang jago untuk urusan diam dan memendam perasaan. ups ^^

Kebetulan selama perjalanan Jogja-Solo-Jogja dalam sekali waktu itu saya yang nyetir sendiri. Dan oke, ini adalah perjalanan pertama terjauhku nyetir mobil. Tapi tenang, semuanya aman, minimal berkat usahaku buat lolos ujian SIM A sampai mengulang beberapa kali. hehee. Kami sepakat, memang sudah saatnya Bapak meninggalkan kemudi itu, dan biarlah anakmu ini yang akan menggantikan memegang kendali kemudi, kemudian mengantarkan Bapak dan Ibu kemana pun mereka ingin pergi. 

Oh ya, kalian orang jogja pasti tau kan kalau jalan menuju Bandara Yk itu sedang dalam perbaikan, yang menyebabkan jalan Jogja-Solo macet parah sampai dibuatkan jalan alternatif gitu. Beberapa kali sebelumnya, ketika harus melewati Jalan tersebut, kami memilih untuk lewat jalur alternatif (Lewat Jl. Wonosari), nah nggak tau ini aneh atau nggak, tapi saat itu kami sepakat untuk dengan sengaja lewat Jalan Jogja Solo (Bandara Yk) biar bisa lihat perbaikan jalan sekaligus lihat macet. yep, lihat macet!!!!! hahahha . Alhasil, benar. Kita terjebak dalam sebuah kemacetan panjang yang menyebalkan. Udah ada perbaikan jalan, pas libur panjang pula. Sungguh kemacetan yang sempurna. Kami habiskan waktu berjam-jam hanya untuk melewati anttrian panjang di sekitaran Jln Solo menuju Bandara Yk. Tapi kita nggak menyesal lewat situ, karena sesuatu hal tak terduga terjadi. hahahaha. “Tuhan tidak memberikan sebuah kejadian tanpa alasan dan hikmah dibaliknya”, dan saya percaya itu.

Disela kemacetan itu, dimana setiap 5 menit mungkin kita hanya bisa maju beberapa meter saja, itupun bergantian antara sisi kanan dan kiri jalan (karena jalan terbagi menjadi 2 blok). Saya sih memilih lajur kiri dengan harapan bisa ambil kesempatan buat nyempil jalan dan salib-salib kendaran lainya. Nah, ternyata benar, lajur kiri lebih lancar daripada mobil-mobil yang terjebak dilajur kanan. Disini, saya bertemu dengan rombongan komunitas mobil atoz yang lagi touring, yang kebetulan juga terjebak di kemacetan, dan mereka disisi jalan bagian kanan. Sedangkan saya masih dibagian kiri, saat berbarengan hal yang pertama kali setiap liat mobil atoz adalah saya lihat punggungnya ada stiker komunitas atau nggak, ya secara anak komunitas biasanya nyari teman sesama komunitas gitu. hehhee (Oh ya, saya belum sempat post pengalaman gabung di komunitas pecinta mobil kutu atoz a.k.a. atoz club indonesia~ACI, next time bakal saya post. Tungguin aja!). Nah, begitu melihat tuh mobil ada stiker komunitas atoz gitu, langsung deh secara reflek saya sapa pake bell, eh dianya ngerespon. Karena sama-sama kena macet dan ga bisa gerak, kita ngobrol deh dijalan. Ternyata itu komunitas dari Jember atau mana gitu saya lupa, yang lagi touring ke Kaliurang Jogja, dan ternyata begitu saya ada kesempatan maju lebih dulu, eh mobil atoz nya ternyata udah beriringan ada sekitar 6 atau lebih mobil atoz gitu yang konfoi. Ya langsung deh setiap nyelip saya kasih bell tanda persahabatan. kwkwkw. Parahnya, saat itu sisi kiri jalan bagian saya gantian macet dan berhenti, terus sisi kanan jalan maju lancar, temen komunitas mobil atoz yang lagi konfoi kan secara bisa nyelip saya, terus mereka semua nyelip sambil kasih bell dan tanda jempol gituuu.. Tiap mobil yang nyelip loh, jadi ada sekitar 6 atau lebih mobil atoz nyalip mobilku dan kasih bell. Aduh, itu rasanya seneng banget, hahaa. Berasa special banget di tengah-tengah kemacetan. Ini asiknya gabung di komunitas, selain bisa dapat temen siapa aja dimana aja, juga banyak banget manfaatnya. Next time saya bakal ceritain lengkap tentang Komunitas Mobil Atoz ini.

Yap, setelah berlama-lama di Jalan, sebelum maghrib tepat, kami sampai di rumah, Alhamdulillah dengan selamat. Meskipun liburan kami habiskan dijalan, tapi ini salah satu liburan bersama keluarga yang menyenangkan loh. hehe. Dan meskipun saya gagal ketemu sama Om dan Bulik Imam yang udah bantuin untuk ngejagain saya kalau pas ditinggal Bapak sama Ibu, dulu pas masih di asrama, saya tetap akan mengingat Bulik dan Om, sekalipun saya juga tidak ingat dan tidak tau Bulik dan Om Imam seperti apa. Kabar terbaru yang saya dapat, Om Imam tidak lagi menjadi TNI semenjak Bapak pindah tugas ke Jogja. Entah apapun alasannya, semoga Om dan Bulik Imam selalu sehat, diberikan rejeki yang lancar dan suatu saat kita bisa dipertemukan, agar saya bisa sekedar mencium tangan sambil mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas ketulusan dan keikhlasan Bulik Imam menjaga saya diwaktu kecil.

As Ever,
~Deeshintadewi

Ketika Pekerja Kantoran Ketemu Long Weekend

Sabtu Bersama Shinta,

Selamat pagi, Selamat Hari Sabtu, dan Selamat Berakhir Pekan.

Oke, bulan April 2017 ini adalah bulan surganya para pekerja kantoran dengan 5 hari kerja. Gimana tidak, dalam satu bulan bertutur-turut longweekend nya bisa dihitung beberapa kali. Long weekend pekan kemarin, dalam rangka memperingati Hari Isro Miroj yang jatuh di hari Senin membuat liburan saya makin panjang yaitu dari Sabtu, Minggu hingga Senin. Cukup lah buat refreshing sejenak.

Yup, liburan kemarin saya nggak merencanakan pergi atau travelling kemana sih, cuman ada 1 hari yang saya habiskan bersama keluarga, dan bagi saya itu menarique banget.

Cerita Dimulai !!

Pada suatu Minggu Pagi yang cerah, ketika saya masih ‘ngulet’ cantik di kamar, Ibuk tiba-tiba datang ke kamar dan membangunkan saya dengan sebuah ajakan pergi bersama ke kota solo dalam rangka liburan sambil mengunjungi teman bapak (yang udah berpuluh-puluh tahun lamanya tidak jumpa) sekaligus tetangga di asrama jaman dulu, yang katanya selalu menjaga saya selama ditinggal Bapak dan Ibu bekerja.

“Ayo ke Solo, maen ke tempat Om & Bulik Imam. Bulik Imam dulu yang selalu jagain kamu pas ditinggal Ibu pergi,” kata Ibuk.

Bulik Imam adalah nama yang sudah sering banget saya dengar, tapi mengingat rupa-nya saja saya tidak bisa, karena saat usia saya hampir 3 tahun saya sudah pindah meninggalkan asrama dan pindah ke rumah kampung halaman Bapak di Jogja.

Yep, mendengar ajakan Ibuk, tanpa berfikir lama saya langsung mengiyakan tawaran tersebut. Pagi itu juga, langsung bergegas siap-siap dandan layaknya seorang supir cantik yang akan menghabiskan waktu lama di jalan (karena jelas, saat long weekend sudah pasti jalanan akan super macet). Jadi ceritanya, saat memasuki kota Solo, Bapak baru coba menghubungi teman-temannya untuk mencari alamat Om Imam saat ini (Karena sudah lama banget tidak bertemu dan tidak punya kontaknya), setelah telpon kesana kemari akhirnya Bapak mendapat jawaban kalau Om Imam sudah balik kampung dan gak di Solo lagi. Jadi aku batal ketemu sama orang yang sudah bantu ngejagain aku diwaktu kecil. Sedih banget gak sih ?! (T,T)

Karena batal, akhirnya kami putar otak dan segera susun rencana baru. Kami sempat memutuskan untuk bersilaturahmi ke rumah temen bapak (juga) yang ada di dekat Asrama Brigif 6 Kostrad, lokasi di Palur, Surakarta. Kata Bapak, semuanya sudah banyak yang berubah (kalo saya sih tidak ingat sama sekali, hehe). Berbekal ingatan yang seadanya, saya mengemudikan kendaraan sesuai dengan arahan Bapak & Ibuk (yang kadang2 pake debat segala, Ibuk bilang belok kanan, Bapak bilang belok kiri, dan akhirnya bikin saya bingung terus saya pilih jalan lurus. hahaha). Karena ke ‘asalan’ tersebut, kami tersesat dan masuk ke dalam lingkungan Asrama yang jelas-jelas di pintu gerbangnya sudah tertulis “Bukan Jalan Umum, Masuk Kawasan Brigif 6 Kostrad”, namanya juga nekad, akhirnya setelah jalan terus nggak nyangka dan tanpa sengaja kami udah masuk lingkungan asrama yang didepannya udah dijagain tentara yang lagi piket.

Ide ini muncul dari Ibuk-ku yang paling heboh aku sayang. 

“Yaampun… ini dulu rumah-mu loh nduk, kamu dulu dari lahir, kecil disini. ini tempat tumpah darah kelahiranmu.. Ayo pak kita lihat rumah kita yang dulu kita tinggalin,” begitu kata Ibuk sambil menggebu-gebu :p

Yep, dengan tegas langkah tegap maju jalan, Bapak langsung turun dan menemui pak tentara yang lagi jaga di pintu gerbang untuk ijin masuk muter asrama aja sambil nostalgia, katanya. Saya nggak tau apakah hal ini terlalu naif untuk kami lakukan, tapi nyatanya kami benar-benar mengelilingi asrama dan sembari di jalan Bapak dan Ibuk seneng banget sambil mengingat-ingat hal-hal yang terjadi puluhan tahun yang lalu.

“Saya sih ikutan seneng, selama melihat Bapak dan Ibuk seneng gitu.
Saya bersyukur banget, karena saya yakin ini adalah bagian dari rencana Tuhan, membuat saya belum menemukan calon imam dunia akhirat, sehingga saya punya waktu luang untuk bersama Bapak dan Ibuk :)”

Kami berhenti di sebuah gang penuh kenangan, dimana saya dan kakak, juga teman-teman masa kecil lainnya berlari-lari sambil bermain-main, 20 tahun yang lalu. Tepat di depan rumah 2 lantai, dengan dinding berwarna hijau, serupa satu dan lainnya, mobil yang ku kendarai berhenti.
“Tak banyak yang berubah,” kata Bapak dan Ibuk.

Ini rumah mu dulu, tempat kamu belajar memanggil nama Bapak dan Ibuk, belajar berjalan, tak jarang juga jatuh bangun dari apolo saat latihan bejalan, jatuh dari tangga juga sering. Ari-ari kelahiranmu juga dikubur dibelakang rumah ini, jelas Ibuk sambil menceritakan kenangan-kenangan masa kecilku. Saya yang sedari tadi terus mendengarkan, hanya diam, sambil berusaha mengingat-ingat memori yang sedikitpun tidak bisa saya ingat, hanya berusaha membayangkan bagaimana nakalnya dulu saya waktu kecil, apakah saya bikin ibuk repot atau tidak.

Bapak memutuskan untuk keluar dari mobil, terus jalan di gang-gang sepi yang entah pada kemana penghuninya… Saya dan ibuk memutuskan untuk tetap tinggal di dalam mobil. Panas, AC mobil sudah lama rusak, tapi hati saya saat itu begitu dingin, sambil terus mendengarkan apapun yang masih ibu ingat tentang masa kecil saya dirumah itu. Ketika saya dengan nakalnya menarik perhatian teman-teman di asrama yang rata-rata usianya lebih tua dari saya. Ketika seorang teman yang selalu main ke rumah untuk menemui saya dan dengan cedalnya memanggil saya “cinta”, dan sekarang tentu kami sudah sama-sama tumbuh dewasa. Mungkin sebagian sudah menikah, ada juga yang masih mengejar karier atau seperti saya, berkarier sambil mengejar jodoh. hahaa 😛

Kemudian, lamunan kami kabur. Tanpa kami menyadarinya, Bapak tiba-tiba sudah bercakap-cakap dengan pemilik rumah yang dulu sempat kami huni.

Penasaran apa yang terjadi ??? Baca selengkapnya di postingan selanjutnya :p

As Ever,
~Deeshintadewi

StorryTelling: “Bapak”

Special untuk Bapak, dari anak perempuannya.

Lihat Videonya dengan cara buka Youtube search aja deeshintadewi (jangan lupa subscribe untuk update & lihat video-video lainnya yap :p)

Atau KLIK : Video Storrytelling “Bapak” by Deeshintadewi

Download file mp3 nya di Soundcloud @Deeshintadewi

Judul                  : Bapak
Cerita Pendek : @kurniawangunadi
Suara                 : @deeshintadewi
BackSound       : FlashLight by Jessie J (Fingerstyle Guitar Cover)

Bapak..

Bapak adalah laki-laki paling khawatir saat anak perempuannya jatuh cinta.
Ketika usia anaknya bertambah menjadi kepala dua. Bukan kepalang beliau siang malam memikirkan segala kemungkinan. Laki-laki seperti apa yang akan anak perempuannya nanti ceritakan. Cerita yang mau tidak mau seperti petir di lautan siang-siang.

Kekhawatiran itu tidak berlebihan.
Sebab sepanjang pengetahuannya, tidak ada laki-laki yang baik di dunia ini kecuali dirinya sendiri. Untuk kali ini, Bapak boleh menyombongkan diri. Karena kenyataannya memang begitu. Tidak ada laki-laki yang cintanya paling aman selain bapak. Ibu sendiri mengakui.

Bapak adalah laki-laki yang paling takut anak perempuannya jatuh cinta.
Laki-laki mau sebaik apapun tetaplah brengsek baginya, berani-beraninya membuat anaknya jatuh, cinta pula. Sudah dibuat jatuh, dibuat cinta pula. Benar-benar tidak masuk akal.

Malam itu, ketika dikira anak perempuannya terlelap.
Bapak berbicara kepada ibu di ruang tamu. Tentang segala kemungkinan yang terjadi bila anak perempuan satu-satunya diambil orang. Tentang sepinya rumah ini. Tentang masa tua. Tentang hidup berumah tangga. Kukira bapak berlebihan. Tapi warna suaranya menunjukkan kepedulian.

Aku yang sedari tadi pura pura tidur, terus mendengarkan.
Semoga aku bertemu dengan laki-laki yang lebih bijaksana dari bapak. Karena aku membutuhkan kebijaksanaannya untuk memintanya tidak meninggalkan bapak dan ibu sendirian.

Ku harap ada yang meng-aamiin-kan.

Bandung, 16 Juli 2014 | ©kurniawangunadi

As Ever,
~Deeshintadewi

Dari Hobi Ngisi TTS Sampai Bikin TTS sendiri

Sabtu Bersama Shinta,

Hi guys, whats up ?

Semoga belum kangen-kangen banget sama saya. Alhamdulillah kita masih bertemu lagi Sabtu ini dalam keadaan sehat dan bahagia. hmmm… saya kayaknya udah mulai kehabisan bahan buat nulis dan cerita, jadi saya mau share aja TTS a.k.a teka-teki silang yang saya bikin edisi buat adek-adek di TKA-TPA.

Oke, biar afdol kasih basa-basi dikit kenapa saya bikin ini TTS ya…

Sudah 8 tahun lebih gitu saya ngajar di TKA-TPA Jabal Rahmah. Nah yayasan TPA ini sudah terakreditasi A loh. buat kalian yang punya adek (atau anak, mungkin) dan pengen belajar baca al-quran, atau memperdalam ilmu agama islam, boleh banget gabung di yayasan kami. Lokasinya di sebuah desa terpencil (more info comment or japri ya sist ^^), setiap Rabu dan Sabtu mulai pukul 16.00 – 17.30 WIB, kita bakal belajar bareng, dan kadang juga ada macem-macem programnya, bisa kajian ceramah, games, dll.

Oh ya, santri/wati di TPA Jabal Rahmah ini buanyak bgt, terbagi dari beberapa kelas sesuai dengan usianya. Nah, kadang kami sebagai pengajar kan suka kebingungan mau dikasih tugas apa si santri sembari antri nunggu giliran baca iqro, kadang kami suka ngasi tugas mewarnai, menggambar, soal-soal, hafalan dll.

Terus karena saya hobinya ngisi TTS di koran, jadi kepikiran aja kayaknya seru gitu kalo adek-adek dikasih tugas ngisi TTS. hehhe

so this is it.. TTS yang saya bikin edisi special buat adek-adek TPA. Buat temen-temen yang mau copas atau mau minta file aslinya boleh banget, tinggal comment atau mention @deeshintadewi disemua sosmed kalian. Semoga Bermanfaat.

As Ever,
~Deeshintadewi

tts-tpa-by-deeshintadewi-02-02-17

soal-tts-tpa-by-deeshintadewi-02-02-17

Endorsment Berita : Press Release Menwa UGM

Edisi Sabtu Bersama Shinta kali ini, saya akan mengupload berita dari sebuah organisasi Menwa UGM. Jadi karena kebetulan saya yang nulis press release nya, terus udah saya oper ke sejumlah wartawan di DIY, namun rasanya belum cukup bombastis pemberitaan di media, untuk itu dengan lapang dada dan besar hati saya beri kesempatan berharga untuk dapat memposting berita ini di blog saya. wkkw lol:p

Ini kesempatan emas, karena awalnya saya memang tidak berniat menggabungkan antara postingan blog dan postingan buat press release media. hihi… tapi nggak papa, sebagai alumni Menwa UGM yang baik dan cantik (#ehh ^^) ini saya persembahkan buat adik-adik anggota aktif, semoga dengan ini citra Menwa UGM makin bersirar, berkilauan dan cetar membahana badai ulala.

Oh ya, SBS kali ini saya akan mempost beberapa tulisan, jadi jangan lupa kepoin terus yaaa ^^

As Ever,
~Deeshintadewi

Rektor UGM Melantik 36 Mahasiswa Menjadi Anggota Baru Menwa UGM Yudha XL

mnw_-4

Minggu (29/1) Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., melantik 36 mahasiswa yang menjadi anggota baru UKM Resimen Mahasiswa (Menwa) UGM Yudha XL (Angkatan Ke-40).

Bertempat di lapangan Balairung Gedung Pusat UGM, upacara penyematan baret ungu (pembaretan) yang menjadi ciri khas dan kebanggan Menwa ini turut dihadiri dan disaksikan oleh orang tua atau wali dari para mahasiswa anggota baru Menwa UGM tersebut.

Tradisi pembaretan Menwa UGM atau yang kerap disebut Gamayudha merupakan tahap pendidikan akhir bagi Calon Menwa (Camen) untuk dinyatakan resmi sebagai anggota Menwa UGM. Sebelumnya, Camen telah mengikuti Latihan Pendidikan dan Pendahuluan (LPP) selama 1 minggu di lingkungan UGM dan daerah latihan Girimulyo, Kulon Progo dan dilanjutkan dengan Pendidikan Dasar (Diksar) Menwa yang dilaksanakan di Rindam IV Diponegoro Magelang, bekerjasama dengan TNI AD sebagai pelatihnya.

“Diksar merupakan syarat utama menjadi anggota Menwa Indonesia,” ungkap Slamet Riyadi selaku Kepala Seksi Teritorial Menwa UGM.

Slamet juga mengungkapkan bahwa pendidikan yang ditempuh untuk menjadi Anggota Menwa UGM lebih mengedepankan pendidikan karakter, pemahaman nilai-nilai ke-UGM-an serta pengenalan tugas, pokok dan fungsi Menwa UGM. Tak lupa, materi manajemen waktu menjadi hal yang penting untuk disampaikan kepada para camen, sehingga nantinya para anggota dapat membagi waktu dengan baik antara tugas kuliah dan organisasi.

“Masuk UGM itu tidak mudah, Saudara sudah tersaring secara intelektual, tapi jangan jadi orang pintar yang mintari bangsa nya sendiri,” tutur Rektor UGM dalam sambutannya.

Rektor UGM juga menyampaikan harapannya melalui UKM Menwa UGM dapat menjadi laboratorium kepemimpinan dan mencetak calon pemimpin bangsa yang bermoral dan berkarakter sebagai tulang punggung penggerak bangsa.

M. Garin Ardhana yang bertugas sebagai Komandan Latihan Gamayudha XL, mengusung konsep baru dalam tradisi pendidikan pembaretan Menwa UGM ini, yaitu dengan menghadirkan orang tua atau wali dari calon anggota baru Menwa UGM.

“Kami melibatkan orang tua dari para anggota supaya para orang tua mengetahui dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan-kegiatan di Menwa UGM,” ugkap Garin.

Kegiatan Gamayudha yang berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 27-29 Januari 2017 dilaksanakan di lokasi Outbound Samudrajaya Kaliurang, dan ditutup dengan upacara pembaretan anggota baru Menwa UGM yang secara langsung disematkan oleh Rektor UGM.

mnw_-10

Press Relaese oleh :
Shinta Dewi N.
Kamenwagama
085729xxxxxx | shintadewinovitasari@gmail.com

Komunitas Seru di Jogja : #KlubBaca Yk

Selamat datang di #SabtuBersamaShinta

Postingan SBS untuk pertama kalinya ini akan menceritakan tentang pengalaman saya bergabung di komunitas yang baru Jumat kemarin saya ikutin. Yup dan komunitas yang beruntung itu adalah…. #jeng #jeng…. KLUB BACA YK.

Mungkin temen-temen masih ada yang asing sama komunitas ini ya… saya pun juga. Asing, tapi baru ikutan sekali aja saya udah jatuh cinta (*tolong.. kali ini jangan buat aku begitu mudah jatuh cinta tapi juga terlalu mudah untuk dipatahkan #eaaa… #paansih ^^)

Jadi, awal mula saya tau komunitas ini adalah dari seorang sahabat yang sungguh sangat mengerti pribadi saya. Dia pun langsung mention saya di IG, yang kemudian mendapat respon positif dari saya. hahaha

Jumat, 27-01-2017. #KLUB-BACA-YK mengadakan sebuah event (rutin, #katanya) membaca cerpen bersama. Bertempat disebuah cafe di daerah Terban Yk (tempatnya mayan OKE & cozy, cocok buat penganut piyambakan’ers, cuman saya nggak mau nyebutin nama cafe nya. Nanti nunggu sponsor dari tu cafe ya.. minimal 1 cup LATTE/week lah yaaa…. hehee), saya memberanikan diri untuk datang sendirian #duh #jangankaget #adeksudahbiasasendirian.

Seperti biasa, hari Jumat usai pulang kantor pukul 03.00 pm, untuk mengisi waktu jeda karena acara #klubbaca mulai pukul 05.00 pm, bergegaslah saya menuju sebuah pusat perbelanjaan yang tak jauh dari lokasi kantor/kampus. Konon katanya, setiap hari Jumat adalah surganya para penikmat belanja (karena banyak diskon), dan saya adalah salah satu penikmatnya. #OkeSkip #IniSelinganAja #LanjutKeIntiCerita.

Yak, setelah asik belanja hingga lupa waktu, pukul 04.37 pm, berkat tuntunan Google Maps, tibalah saya disebuah cafe yang sudah saya mention di paragraf sebelumnya. Oke, saya adalah peserta nomor 1 yang tiba di acara tersebut (Mungkin saking semangatnya yaa…). Nggak lama kemudian 1 per 1 orang mulai berdatangan. Oh maaan… awalnya sempet deg-deg an juga sih, karena orang2 yang dateng setelah saya adalah mas-mas yang nampak serem #ups sorry mas.. :< Maksudnya, most of them adalah para seniman ( ya you know lah ya gaya seniman kayak apa) dengan rambut gondrongnya…. tindiknya dimana-mana, tak lupa tato yang melingkar disekujur tubuhnya.. FIX, Saat itu saya adalah satu-satunya orang yang paling salah kostum sedunia, dengan batik seragam kerja dipadukan dengan rok dan sepatu hilss, seakan-akan menyempurnakan kesaltuman saya sore itu. Tapi nggak masalah, karena saya tetep harus pede, terutama buat kenalan sama orang-orang baru di komunitas tersebut. Lumayan laaah… udah mulai deket & akrab sama beberapa orang. hhehe

BTW, selain mas-mbak seniman dengan segala ciri khas gaya ‘kesenimannya’, ada juga loh membernya tu yang mbak-mbak syantix berbalutkan busana yang syar’i sehingga menyempurnakan kesan muslimahnya. Kami melebur menjadi satu, untuk diskusi sastra #cieee lebih tepatnya membaca cerpen karangan Seno Gumiro Ajidarmo berjudul Sepotong Senja Untuk Pacarku. Awalnya saya bener-bener gak kenal sama Om SGA ini, nggak taunya Doi adalah salah satu sastrawan keren di Indonesia (cek aja di gugel atau yutub, terkenal kok. hahaa).

Cerpen ini keren. Tokoh Alina yang sering di mention dalam buku ini SAYA BANGET. Penasaran ???? baca aja khususnya bagian Jawaban Surat Dari Alina (Baca dari awal lebih dapet sih. hehee)

Karena saya udah mulai males nulis ini terlalu panjang dan pastinya kalian juga bakal bosen ngebacanya, saya cuman mau menyampaikan kalian bisa menyimpulkan sendiri dari segala keabsurd’an tulisan saya. Semoga aja ada manfaatnya dan bisa diambil hikmahnya…

Sudah lama nggak curhat (re:nyampah) di blog, 2 tahun nulis di website resmi institusi membuat saya kehilangan jati diri saya sesungguhnya… wkwkw #becandaaaaa!

Lihat Cuplikan Video Acara Klub Baca Yk : Sepotong Senja Untuk Pacarku

img_20170127_172807_004

Sampai ketemu Sabtu depaaaan ya ^^

As Ever,
~Deeshintadewi